INFORMASI UMUM

PERDAGANGAN MANUSIA, KEKERASAN DAN EKSPLOITASI IBU DAN ANAK PERLU DITANGGULANGI

Admin Humas | Minggu, 04 Oktober 2015 - 13:37:52 WIB | dibaca: 8742 pembaca

Kekerasan terhadap ibu dan Eksploitasi terhadap anak mengalami perkembangan yang cukup tinggi dan memerlukan penanggulangan serius lewat kerjasama pembentukan gugus tugas pencegahan dan penanganan secara tepat. Berdasarkan data BPS menyatakan bahwa tindakan diskriminasi dan eksploitasi ibu dan anak pada tahun 2014 mencapai 692 kasus, sementara ditahun 2015 ini semester pertama sudah mencapai 981 kasus. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan dan permasalahan ini sangat serius dan harus di atasi secara tepat. Hal ini diungkapkan Bupati Kupang Ayub Titu saat membuka kegiatan sosialisasi dan pembentukan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) Kabupaten Kupang, rabu (9 September 2015) bertempat diruang kebaktian Gereja Getsemani Oelamasi. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjamasa Badan Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi NTT dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana kabupaten Kupang dan Rumah Perempuan dirangkaikan dengan pembahasan pembentukan gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kabupaten Kupang dalam mengantisipasi maraknya perdagangan manusia di wilayah tersebut.
Bupati Ayub Titu Eki menungkapkan setidaknya ada beberapa alasan mengapa maraknya kasus perdagangan manusia dan juga kekerasan serta eksploitasi terhadap ibu dan anak saat ini. Menurut Titu Eki, salah satu penyebabnya ialah arus globalisasi dan pasar bebas yang berkembang saat ini sehingga membuat perkembangan ilmu komunikasi dan informasi yang masuk ditengah-tengah masyarakat menjadi tidak terbendung. Selain memberikan informasi yang baik, arus ini juga menimbulkan dampak negatif yang jika tidak dihadapi dengan bijak dapat mengancam tatanan kehidupan masyarakat. Dirinya mencontohkan perdagangan manusia yang marak saat ini karena kurangnya informasi masyarakat persoalan yang dihadapi ketika berkerja di negara lain tanpa keterampilan dan pendidikan yang cukup. Sehingga ketika diiming-imingi kenyamanan berkerja di luar negeri, anak muda/calon TKI langsung mengikuti. Hal lain penting yang diungkapkan Buti Titu Eki ialah bagaimana membangun pola pikir dan komitmen bersama mengatasi hal tersebut ditambah dengan regulasi aturan yang mendukung pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan manusia secara baik.
Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengharapkan terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang baik diantara para elemen masyarakat mulai dari pemangku adat/lembaga adat, tokoh agama, aparat penegak hukum, TNI-Polri maupun pemerintahan secara berjenjang dari tingkat pusat hingga tingkat desa sehingga upaya oknum yang tidak bertanggung jawab yang melakukan tindakan penjualan manusia dapat diatasi dengan baik. “Orang yang baik ditambah dengan sistem yang baik akan memberikan hasil kerja yang baik pula,” ungkap Bupati Kupang 2 periode tersebut. Bupati mengharapkan kegiatan sosialisasi ini memberikan output yang baik bagi peserta dimana ada kesadaran semua pihak untuk mendukung program-program yang ada didalam pembentukan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) serta pembentukan gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) Kabupaten Kupang demi memberikan tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi. 
Sementara itu M. Ignasius, S.Sos, MM dalam paparanan materinya menyatakan  harapannya agar pembentukan pembentukan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) serta pembentukan gugus tugas pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) Kabupaten Kupang dapat menjadi wadah antisipasi dan penanganan terkait permasalahan perdagangan manusia dan eksloitasi manusia yang marak khususnya di Kabupaten Kupang. dikatakan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan mulai dari tingkat nasional perlu didukung segenap stekholder dari tingkat provinsi, kabupaten hingga di desa. Tentunya kehadiran lembaga ini memperkuat harapan penyelesaian persoalan perdanganan manusia yang maraka terjadi saat ini sengan melakukan sosialisasi, pengawasan dan pemantauan terhadapa aktifitas kehidupan masyarakat khususnya tenaga kerja asal Kabupaten Kupang.
Dalam laporannya, ketua panitia pelaksana Dra. Ida menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 65 peserta lintas Instansi, penegak hukum, SKPD hingga tokoh agama, dan masyarakat demi memberikan pemahaman yang benar dan menjadi alat komunikasi kepada masyarakat luas terkait dengan penangulangan perdagangan manusia dan pencegahan tindak kekerasan dan eksploitasi perempuan dan anak sesuai dengan UU No. 2 Tahun 2007. Ditegaskan Ida perdagangan manusia dan kekerasan serta eksploitasi terhadap perempuan dan anak merupakan perbuatan melanggar HAM yang perlu untuk dicegah mengingat perempuan dan anak merupakan potensi besar jika diberdayakan secara baik.  
            Kegiatan Sosialisasi tersebut dipandu oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Kupang Anshar Usman dan menghadirkan pembicara diantaranya Bupati Kupang, Kabid Kesetaraan dan Keadilan Gender Prov. NTT M. Ignasius, S.Sos, MM, Dra. Ida, ketua Rumah Perempuan NTT Ny. Libby Ratuarat.










Komentar Via Website : 693
Manfaat Banyak Minum Air Putih
20 Juni 2016 - 14:02:18 WIB
izin simak ya admin buat artikelnya
Aset Negara
21 Februari 2017 - 12:50:25 WIB
Terimakasih atas Infonya, sangat bermanfaat sekali...
http://tinyurl.com/gnu3cu5, http://tinyurl.com/h27lco4 dan http://bit.do/derKr
cara mengobati abses payudara
23 Juli 2018 - 08:16:39 WIB
terimakasih banyak https://goo.gl/VUFzzR
Awal Kembali...686970 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)